Nilufer duduk di depan Metin, memegang tangan lelaki itu, “kau tidak akan meninggalkanku kan”. Metin meyakinkan Nilufer, “semua ini hanya sementara, suatu hari semuanya akan berakhir”. Nilufer menatap mata Metin, “aku rela menunggumu sampai kapanpun, yang penting kau ada disampingku”. Metin menjawab, “ternyata kau lebih gila dariku”. Nilufer tersenyum.

Metin bangkit, “sudahlah, aku banyak urusan, aku antar kau pulang”. Nilufer meraih tasnya, “aku disini bersama pengawal, kau urus saja urusanmu”. Metin menatap Nilufer, ingin memastikan, “apa kau datang bersama polisi kesini?”.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 73 episode

Nilufer balas bertanya pada Metin, “apa aku terlihat sebodoh itu? Dia menunggu di ujung jalan, aku memutar lewat belakang”. Metin menunjukkan wajah lega, menahan senyum, mendekatkan wajahnya ke wajah Nilufer, “kau adalah wanita yang paling pintar dan berani yang pernah aku kenal”, kemudian mendaratkan ciuman ke pipi Nilufer.

Nilufer tersenyum, “hatiku selalu untukmu, kau jangan pernah lupakan itu”, mendaratkan ciuman ringan di pipi Metin. Metin menggamit tangan Nilufer, mengantarnya ke depan.

Di depan rumah keluarga Denizer, Bahar membunyikan bel. Elif membukakan pintu. Bahar tersenyum, “hai, selamat pagi”, sambil cipika cipiki. Elif menjawab salam itu. Bahar memberitau, “tuan Levent menelfon katanya arsiteknya sebentar lagi sampai, jangan sampai kita membuat mereka menunggu”. Elif setuju, “baiklah, kita berangkat sekarang”.

Bahar yang tau setiap detail yang dirasakan Elif dengan hanya memperhatikan wajah sahabatnya itu, menahannya, “tunggu dulu, sepertinya sesuatu terjadi denganmu”. Elif melihat ke dalam rumah, kemudian memberi isyarat pada Bahar untuk masuk, “kemarilah”. Bahar semakin penasaran, “ada apa”. Elif menutup pintu, kemudian menggamit lengan Bahar yang semakin ingin tau, “apa yang terjadi?”.

Elif mengajak Bahar ke ruang duduk, di taman arah pantai “aku tau kau akan marah padaku”. Bahar menebak, “aduh Elif, jangan bilang tentang Omer lagi yaa. Ssstt, waktu kau pergi tiba-tiba itu kau pergi kemana?”. Elif menarik Bahar untuk duduk, “kemarilah”. Elif memberitau Bahar dengan wajah berseri, “kemarin kami bersama-sama sepanjang hari”. Bahar menahan rasa irinya, “ooo”. Elif tersenyum senang.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 74 episode

Bahar memberikan komentar, “kau benar-benar membuatku penasaran, apa yang kau lakukan dengannya sepanjang hari Elif”. Elif memegang tangan Bahar, menunjukkan wajah memelas, “aku tau kau pasti akan marah, tapi aku bukan anak kecil lagi. Entahlah, semakin kami bersama, dia terlihat seperti yang sebenarnya, ada sesuatu yang terjalin diantara kami”. Bahar ingin tau, “lalu, kesimpulannya? Apa dia bilang dia cinta padamu, atau dia mungkin menciummu”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :