Di ruang kerjanya, Tayyar sedang bertanya pada salah satu anak buahnya, “bagaimana, apa kalian mengawasi tuan Taner”. Si anak buah memberikan kepastian, “kami awasi setiap detiknya”. Tayyar senang, “bagus. Mintai dia keterangan, apakah dia berkata benar atau bohong kepada polisi”. Si anak buah menawarkan pilihan, “apa tuan Metin saja yang mengurusnya”. Tayyar tidak setuju, “tidak. Tidak usah Metin. Metin punya banyak urusan, kau, kau yang harus bisa membuatnya bicara dan bawalah berlian itu kepadaku. Ayo cepat”. Si anak buah mengangguk kemudian meninggalkan ruangan. Tayyar mengetuk-ngetukkan benda ditangannya ke meja.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 67 episode

Di apartement Metin, Nilufer menyampaikan kekesalannya, “kau tidak bisa melakukannya. Aku sangat mencintaimu, kau tidak bisa meninggalkan aku. Aku sudah percaya padamu, aku merelakan semuanya. Aku bahkan berbohong pada polisi demi kau”, dengan terisak. Metin yang duduk dengan wajah bingung berkata, “aku juga sudah melakukan banyak pengorbanan untukmu tidak usah kita perdebatkan”.

Nilufer tetap menangis dengan cemas, “jadi kau akan meninggalkan aku? Kau sudah memperalatku dengan permainanmu, dan sekarang semuanya selesai, apa kau pikir aku akan membiarkan ini?!”.

Metin bangkit, mendekat ke hadapan Nilufer, “dengarkan aku, dengarkan Nilufer. Aku ini bukan direktur bank, aku bukan CEO yang bisa menjalankan perusahaan ayahmu, aku bukan laki-laki bayangan ayahmu, yang bisa menggantikan posisi ayahmu. Aku ini seorang penjahat Nilufer, apa kau tidak lihat, tanganku ini ternoda darah, apa yang ku sentuh semuanya akan hancur, aku menjauh darimu karena aku cinta padamu. Aku tidak bisa meninggalkanmu, kau harus meninggalkanku, kau harus selamatkan dirimu sendiri, kau mengerti?”.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 68 episode

Nilufer yang masih terisyak malah mendekatkan wajahnya ke wajah Metin, meraba bahu Metin, mendekatkan wajahnya ke wajah Metin, mengecup bibir Metin. Metin membalasnya. Nilufer terisak menatap Metin, dengan tangan tetap memegang leher kekasihnya itu, “aku tidak bisa lepas darimu, semua sudah terlambat, aku mohon jangan tinggalkan aku. Walaupun aku tidak bisa melihatmu, yang penting aku tau kau mencintaiku, apa kau tidak mengerti, aku memerlukan cintamu Fatih”. Metin bukan menjawab dengan kata-kata, ia memberikan jawaban atas semua pertanyaan Nilufer tentang cintanya dengan mencium bibir Nilufer, tak bisa diuraikan lewat kata-kata, *hingga di sensor 😉 *.

Di rumah Denizer, asinten rumah tangga membukakan pintu untuk nyonya Zerrin, “aku ikut sedih nyonya Zerrin, apa nona Asli baik-baik saja”. Zerrin menaroh tasnya, melepas kaca mata, “ya, dia baik-baik saja. Tolong siapkan tas kecil untukku ya dan masukkan pakaian yang santai, kita juga siapkan untuk Asli. Ayo cepatlah”. Si asisiten mengerti, “baik nyonya”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :