Nyonya Elfan merespon kabar yang diberikan Elif di telfon, “itu bagus sekali, semoga Tuhan membalas kebaikanmu, kau tidak membiarkan anakku sendirian”. Elif meyakinkan ibunya Omer, “iya, tentu saja, selamat siang”. Nyonya Elvan membalas salam Elif, “selamat siang”, kemudian menutup telfon. Melike yang memegang pel, tapi tak beranjak dari tempat nyonya Elvan menerima telfon jadi ingin tau, “ada apa ibu, siapa yang terlfon, sepertinya ibu senang sekali”. Nyonya Elvan hanya menatap Melike, menantunya yang terlalu banyak bicara sambil menghembuskan nafas, kemudian beranjak ke ruang lain.
Melike menahan kesal di diamkan nyonya Elvan, “hmmm, ya ampun”, kemudian melanjutkan kerjanya.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 33 episode

Di mobil, Elif menatap Omer, “baiklah tuan Inspektur, kau sudah santai”. Omer mengangkat sebelah tangan dengan senyum tak menyangka, “hmm, kau benar-benar hebat nona”. Elif tertawa bisa mengerjai Omer dengan menelfon ibunya, “baiklah, Omer menghentikan waktu untuk Elif”. Omer agak terdiam sebentar sambil melirik Elif, “tentu saja nona Elif”.

Elif melirik Omer. Omer salah tingkah, ia kembali ke topik perjalanan mereka, “sebenarnya kita akan lihat, apa ini, apa ini”. Elif menjawab, “baiklah, pelan-pelan saja kau akan temukan jalannya, bagus”. Omer nyindir, “tidak usah banyak bicara, jelaskan saja lewat jalan yang mana”. Elif kembali menggoda Omer lewat kata-kata, “kau yang banyak bicara”. Omer serius, “ayolah katakan”. Elif memberi arah, “kanan”. Omer menyetir dengan panduan Elif, “baiklah ke kanan, kita pergi ke tempat yang kita tidak tau. Semoga Tuhan membantu kita”, sambil tersenyum. Mereka saling senyum, Omer bergumam, “Poleneskoi”, konsentrasi menyetir.

Di halaman rumah keluarga Demir, Melike menghampiri nyonya Elvan yang sudah duduk disana sambil mengupas sesuatu. Melike kembali mengajak mertuanya itu bicara, “hmm, sudah habis bu”. Nyonya Elvan menjawab masih dengan wajah sedih, “terima kasih”. Melike ga tahan di cuekin mertuanya, “ya ampun ibuu, ayolah, katakan sajaa, siapa yang tadi telfon?”. Nyonya Elvan hanya menatap Melike.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 34 episode

Melike mengungkapkan kekecewaannya, “jadi begitu, ibu benar-benar menganggap aku anak tiri yaa. Aku datang ke rumah ini saat usiaku 19 tahun, aku besar diantara kalian, aku menganggap ibu adalah ibuku, dan Omer adalah adik kandungku. Tapi apa yang ibu lakukan padaku, seakan-akan aku melakukan keburukan. Ibu bahkan tidak mau memberitau aku siapa yang telfon, sekarang aku tau aku tidak berarti di rumah ini”, dengan wajah manyun.

Nyonya Elvan bersuara, “aku tidak pernah membeda-bedakanmu dengan anakku Melike. Kalau aku marah, itu karena kesalahanmu, karena tingkahmu, coba saja kau pikirkan kenapa orang-orang memperlakukanmu seperti ini”. Melike masih menunjukkan wajah manyun. Nyonya Elvan memberitau, “tadi Elif yang telfon, dia sedang jalan-jalan dengan Omer. Jangan khawatir, katanya mereka sedang menjauh dari sini”. Melike bengong dan terdiam. Nyonya Elvan mengingatkan, “kau tidak usah khawatir Melike”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :