Charumitra cuek. Dharma tak bisa menolak, “Baiklah”. Dharma dengan langkah pelan mendekat ke samping Charumitra duduk, menaroh tangannya di bahu Charumitra, memijatnya dengan menahan diri agar tak banyak bicara. Charumitra bicara, “Ngomong-ngomong jarang ada pelayan seperti dia, darimana kau dapatkan dia”. Subrasi yang tertunduk, mau menjawab.

Dharma membathin mendengar dan melihat sikap Charumitra, ‘Jika dengan prilaku seperti ini aku akan merasa sangat kesal. Ashoka pasti harus menahan berbagai masalah di sekolah bangsawan itu”, dengan wajah sedih.

Subrasi bicara pada Charumitra, mengalihkan topik pembicaraan yang bisa menarik perhatian Charumitra, “Tapi ngomong-ngomong aneh juga, kalau Ashoka bisa lolos dari babak kedua tanpa memiliki pendidikan yang cukup”. Dharma langsung tersenyum mendengar ucapan Subrasi itu.

Charumitra menunjukkan wajah kesal, Noor berpikir. Putri Agnishikha masuk ruangan langsung nyahut, “Bisa juga tingkat pertandingannya sangat mudah”. Dharma menatap putri yang punya bakat songong dengan darah bangsawannya ini. Noor tersenyum tak habis mengerti, memberi respon, “Sekarang Ujjayani yang sudah kalah, akan ku beri tau, apa tingkatan pertandingan ini”. Agnishikha menatap dengan wajah kesal pada Noor.

Ashoka #70 episode 60 22

Charumitra ikutan nyelutuk, “Bukan Ujjayani permaisuri Noor. Tapi calon permaisuri Magadh kan boleh memberitaukan hal ini, iyakan”. Noor melotot marah ke arah Charumitra. Agnishikha yang awalnya marah, jadi tersenyum menatap Noor. Subrasi kembali menunduk, persaingan bertambah satu orang lagi. Dharma sambil memijat hanya mendengar dan melihat dengan menundukkan pandangannya.

Agnishikha bicara lagi, “Dari yang ku dengar, apakah anak ini yang sudah berani main pukul-pukulan dengan Sushima. Aku tidak mengerti, kenapa anak liar seperti ini dibiarkan ada di sekolah para bangsawan. Bisa saja dia dikasihani oleh Yang Mulia atau para Acharya”. Mendengar ucapan putri sok tau itu, tangan Dharma yang sedang memijat bahu Charumitra terhenti, menatap tajam Agnishikha.

Agnishikha masih meneruskan ucapan dengan kemungkinan versinya, “Atau dia maju terus dengan melakukan kecurangan”. Dharma tak tahan untuk diam terus, “Tidak baik mempertanyakan keputusan Yang Mulia”. Agnishikha menatap Dharma dengan wajah mengernyit. Charumitra melirik Dharma yang berdiri disampingnya. Noor dan Subrasi menatap Dharma, tak menyangka seorang pelayan bisa dengan tenang dan tepat menjawab kesombongan seorang putri.

Dharma terus bicara pada Agnishikha, “Pasti ada sesuatu pada anak itu, kalau tidak,,”. Charumitra langsung berteriak, “Pelayan!”, menunjukkan wajah seperti nenek sihir. Dharma menatap permaisuri yang sangat pemarah itu. Subrasi bengong. Noor hanya menatap.

Agnishikha tak kalah songongnya dari gaya Charumitra, ia langsung bicara pada Dharma, “Berani sekali dia ini”. Noor yang memang kesal pada Agnishikha merespon, “Ini bukan keberanian Agnishikha! Ini adalah kebebasan mengutarakan pendapat. Dan kau, kau masih belum menjadi bagian dari keluarga kami”.

Agnishikha tersenyum angkuh menatap Noor, “Mungkin kau yang senang melayani para pelayan, tapi aku tidak”. Noor menatap marah pad putri yang sudah merebut Justin itu. Charumitra mengangkat wajahnya, ia akan berpihak sebisa mungkin agar Helena tak mengutak atik kasusnya. Dharma bengong melihat para permaisuri itu, dari masalah Ashoka, melebar kemana-mana, ujung-ujungnya kekuasaan.

Subrasi memanfaatkan situasi itu untuk mengeluarkan Dharma dari ruangan itu, kalau tidak perang mulut itu akan semakain kacau, “Pelayan, ajak Dhrupad ke sekolah”. Dharma bengong. Subrasi bicara lagi, “Pelayan, apa kau tidak dengar apa yang ku katakan? Ajak Dhrupad ke sekolah”.

Ashoka #70 episode 60 23

Dharma berdiri terpaku, membathin, ‘Jika aku pergi ke sekolah dan ada yang melihatku’. Dharma semakin pucat, terbayang ucapan Chanakya sebelumnya, ‘Coba kau pikir Dewi, kalau kau sampai dilihat oleh Yang Mulia atau Ashoka di balai pengobatan, apa yang akan terjadi’. Dharma semakin meringis membayangkan semua itu. Dahrma terbayang lagi ucapan Chanakya yang lain, ‘Dan jika kau muncul dihadapan orang lain saat ini, akan timbul masalah besar’.

Dharma semakin berdiri kaku, terbayang saat dia dikejar prajurit di dapur, ‘mana pelayan baru, panggil dia’. Dharma sambil meraih selendang harus berlari dari kejaran para prajuri itu hingga akhirnya dia harus berganti peran jadi pelayan diruangan sekarang ini. Belum lagi Dharma terbayang perintah Khorasan pada anak buahnya, ‘tangkap dia!’. Dharma semakin berdiri termangu menerima perintah harus ke sekolah itu.

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Sushima menyampaikan siasat yang dirancangnya pada teman-temannya, ‘Saat manusia hina itu keluar dari sekolah untuk membalas Vasunandhar, dia tidak akan kembali’. Dhrupad sampai di sekolah dan bertemu Sushima, menanyakan apa yang dilakukan sang kakak. Sushima memebri tau kalau dia sedang membuat rencana. Dhrupad penasaran minta Sushima memberitaunya. Sushima pun berbisik di telinga adiknya itu. Sesampai diruangannya Dhrupad bicara pada Dharma kalau ia takkan beritau siapapun kalau Kak Sushima akan memberi pelajaran pada Ashoka di hutan. Dharma terpana mendengarnya, bagaimanapun dia harus menyelamatkan Ashoka walaupun untuk itu harus muncul dihadapan Ashoka.