Dharma menjelaskan lagi, “Tidak Acharya, malam itu aku diberitau bahwa Ashoka terluka parah di sekolah, aku ketakutan, dan tanpa berpikir panjang, akupun langsung berangkat kesana. Dan tiba-tiba aku diserang”. Dharma terbayang ada yang memanah kereta yang ditumpanginya. Chanakya berpikir. Radhagup mendengar.

Dharma mencerita kelanjutanyang, “Malam itu, kejadiannya begitu cepat”. Terbayang saat ia melompat dari kereta, jatuh mengguling dijalanan, berlari memasuki hutan sambil terus dikejar orang-orang yang berniat membunuhnya. Dharma mengingat kejadian malam itu, “lalu”.

Dharma berdiri ketakutan sambil mendekap tas kain miliknya , ada yang memegang bahunya dari belakang. Ia menoleh kaget, agar tak berteriak, mulutnya di tutup tangan oleh yang memegang bahunya yang tak lain adalah Nirjara. Saat itu dengan ketakutan dan nafas sesak ia hanya mengeluarkan ucapan, “Kau?”.

Ashoka episode #44 13

Nirjara menjelaskan dengan setengah berbisik, “Atas perintah Acharya Chanakya, mata-mata ditugas mengawasimu dan juga Ashoka demi pengamanan”. Dharma bingung, “Tapi menurut kabar dia tadi, dimana Ashoka, aku ingin bertemu dengannya, aku ingin bertemu”. Nirjara sambil matanya mengawasi sekeliling, meyakinkan, “Tidak terjadi apa-apa pada Ashoka. Ashoka baik-baik saja”.

Nirjara memberitau, “Kalau kau muncul ke Pathaliputra bersamaan denganku, maka nyawa Ashoka pun bisa terancam. Percayalah, Ashoka baik-baik saja saat ini. Dan yang terpenting adalah siasat yang sudah dirancang untuk membunuhmu, jangan sampai mereka tau”. Dharma bingung, “Siasat? Tapi Siapa, kenapa?”.

Nirjara memegang tangan Dharma, “Tenanglah, kau harus sampai ke tempat yang aman terlebih dulu. Dengar baik-baik, untuk berapa lama kau harus berada di tempat yang aman”. Nirjara mengeluarkan gulungan kertas dari pinggangnya, “Ini alamatnya. Dan kau, harus berada ditempat tersebut sampai ada mata-mata Acharya menjemputmu nanti”. Nirjaya kemudian membalikkan badannya, menyibak rambut memperlihatkan pundak kirinya yang ada tanda. Dharma memperhatikan tanda dipundak Nirjara tersebut dengan seksama.

Ashoka episode #44 14

Nirjara menjelaskan, “Ini harus kau ketahui, seluruh mata-mata Acharya bisa kau kenali dari tanda yang kuperlihatkan padamu”. Dharma mendengarkan dengan wajah tegang. Nirajara meminta tas kain yang dipegang Dharma, “Sini, berikan itu padaku”. Dharma menyerahkan tasnya, melepas gelang ditangannya, menukar selendang yang dipakainya dengan selendang yang mereka pakai.

Chanakya menjadi gelisah mendengar cerita yang dialami Dharma diatas. Dharma menambahkan, “Menurut Nirjara aku harus berada di tempat persembunyian sampai kau datang, atau setidaknya mata-matamu datang untuk menjemputku”. Dharma menceritakan saat dia datang di pondok yang beberapa waktu lalu di kepung Chanakya dan anak buahnya. Saat itu, setelah dia masuk, adik Nirjara langsung menyembunyikannya.

Kemudian adik Nirjara menambahkan penjelasan Dharma, “Acharya, aku paham ini adalah siasat besar, hari itu diam-diam aku menantikan kakakku, tapi setelah tiga hari aku tidak mendapatkan kabar darinya, aku pergi ke rumahnya. Dan saat aku lihat beberapa orang disana, aku merasa jangan-jangan itu adalah pembunuhnya”. Adik Nirjara terbayang anak buah Chanakya yang sudah mengambil posisi siap panah saat itu.

Melihat hal itu, di dalam rumah, adik Nirjara melempar pemicu api yang menyebabkan kebakaran saat itu, ia menambahkan, “Untuk itulah aku lari dari sana”. Gadis berpenutup kain yang saat itu dilihat Chanakya. Makanya Chanakya memberitau, “Mereka adalah mata-mataku”. Adik Nirjara, Dharma, terkejut mendengar pemberitauan Chanakya.

Ashoka episode #44 16

Chanakya menambahkan, “Para prajurit kepercayaanku, yang sedang mencari Nirjara”. Dharma semakin kaget, “Nirjara ditemukan?”, menatap Chanakya dengan wajah cemas. Chanakya sekarang yang kaget, terbayang ucapan Radhagupt sebelumnya, “Dari bukti-bukti ini dapat dipastikan memang itu mayat Dewi Dharma Acharya”. Chanakya juga terbayang saat Ashoka yang langsung jatuh terduduk setelah melihat mayat yang disangka semua orang adalah ibunya.

Chanakya bergumam, “Itu berarti, demi melindungi dirimu, Nirjara mengorbankan nyawanya sendiri”. Dharma tersentak kaget mendengarnya, begitu juga dengan adik Nirjara. Chanakya menganalisa seperti orang bergumam, “Dan mayat yang ditemukan itu adalah mayat Nirjara”. Dharma menutup mulutnya menahan suara terkejutnya. Adik Nirjara menahan tangis mendengarnya. Radhagupt menatap keduanya dengan sedih.

Chanakya menambahkan, “Pembunuh itu telah merusak wajahnya sedemikian rupa, sehingga tidak bisa dikenali”. Dharma dengan menahan tangis, terbayang bagaimana orang-orang jahat itu telah menyerang Nirjaha yang tak bisa melakukan perlawanan demi melindunginya. Chanakya memberitau kesalah pahaman itu, “Meski demikian ditemukan disekitar jasadnya seperti obat-obatan, perhiasan, pakaian, dan dari kesemuanya itu, kami, juga sangat yakin bahwa itu adalah jasadmu Dewi”. Dharma yang menutup mulut semakin terbelalak mendengar penjelasan Chanakya. Adik Nirjara menangis dalam diam.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :