Helena menatap boneka ditangannya, “Untuk memberikan tahta pada putranya, ibunya mengorbankan nyawanya. Itulah yang akan dikatakan orang”, sambil terus menatap boneka ditangannya. Charumitra tak punya pilihan dengan ancaman bernada halus tersebut ala Helena tersebut, “Kau mau apa”.

Helena memutar badannya dengan anggunnya, bahwa dialah yang mengausai situasi saat ini, melangkah mendekati Charumitra, memegang sebelah pundaknya, “Dari tadi aku menunggu supaya kau mengucapkan kata-kata itu”. Charumitra menoleh dengan jengkel. Helena tersenyum. Charumitra menarik nafas dalam, posisi tawarnya benar-benar tidak ada.

Ashoka episode #44 06

Di tepi danau, seorang wanita yang seluruh tubuhnya ditutupi kain berwarna senada rumput kering, jongkok mengambil air dengan tangannya untuk minum. Tiba-tiba, dari belakangnya terdengar suara, “Pelarianmu sudah berakhir Nirjara!”. Wanita itu tertegun, menutup rapat wajahnya. Chanakya yang tiba-tiba muncul bersuara lagi dengan nada marah, “Kini kau tidak punya pilihn lain, kecuali menyerah!”.

Wanita yang menutup tubuhnya dengan kain itu bangkit. Chanakya dan Radhagupt menunggu. Wanita itu membalikkan badan, seluruh wajahnya tertutup kain yang dipegang oleh kedua tangannya. Chanakya menatap dengan wajah menahan marah. Wanita itu melepaskan kain yang menutupnya.

Mata Chanakya terbelalak melihat wanita dihadapannya. Prajurit yang siaga dengan busur dan panah, langsung menurunkan senjata mereka. Radhagupt ternganga. Wanita yang dikira Nirjara itu, ternyata Dewi Dharma yang berdiri menatap Chanakya. Semua terdiam, hanya saling terpana.

Ashoka episode #44 07

Di kamar Charumitra, Helena yang masih memegang pundak Charumitra berkata, “Yang aku inginkan adalah tidak ada. Jika kau ingin berterima kasih, kirim Sushima ke hutan untuk mengajak Yang Mulia untuk pulang kesini”. Charumitra menatap Helena dengan kernyit alis, “Mengajak Yang Mulia pulang? Siapapun bisa mengajak Yang Mulia pulang, tapi kenapa harus Sushima”.

Helena memberitau, “Karena Yang Mulia Bindusara ke rumah Ashoka untuk mengajaknya kesini”. Wajah Charumitra semakin mengernyit bingung, “Untuk mengajak Ashoka pulang? Yang Mulia sendiri yang kesana, tapi kenapa dia melakukan hal itu?”.

Helena menjawab, “Yang penting bukan kenapa dia melakukan itu, tapi menerima bahwa dia memang melakukan hal ini. Hal ini dirahasiakan dari semua orang yang ada. Tidak ada yang diberitau dia kemana, karena memang tujuannya adalah untuk membawa pulang Ashoka. Kenapa hal ini dirahasiakan. Saat ini yang terpenting adalah ketika dia pulang ke tempat ini, jangan sampai Ashoka ikut kembali dengannya”. Charumitra tercenung mendengarnya.

Helena mendekatkan wajahnya ke Charumitra, “Dan ini, hanya bisa dilakukan oleh Sushima”. Charumitra menatap Helena dengan wajah menahan kesal, “Kenapa kau merasa kalau Yang Mulia akan mendengarkan Sushima. Daripada Sushima, Yang Mulia, lebih sayang pada Siyamak”.

Helena langsung memanfaatkan ucapan Charumitra, “Kalau begitu maka ada kesempatan yang lebih baik bagi Sushima, selain kesempatan ini, untuk menjadi hebat dimata Yang Mulia. Coba kau bayangkan, jika ada musibah besar yang menimpa Ashoka di hutan, Sushima tanpa menghiraukan nyawanya akan berusaha untuk menyelamatkan Ashoka, tapi dia, sama sekali tidak berhasil. Maka tujuanku pasti akan tercapai. Tapi kau, juga akan beruntung dalam hal ini”.

Charumitra tercenung mendengar penjelasan Helena, ia membathin, ‘Pasti ada sesuatu dibalik tawaran ibu suri ini, yang belum bisa kupahami. Tapi, saat ini tidak tepat juga untuk menolak permintaannya, pada saat ini dia punya bukti yang bisa merampas tahta dari Sushima”. Helena menunggu Charumitra berpikir dengan terus menatapnya. Charumitra menoleh ke Helena, “Baiklah”. Helena tersenyum. Charumitra menunjukkan wajah tak punya pilihan tapi berpikir.

Ashoka episode #44 10

Di tepi danau, Dharma yang menatap Chanakya bengong, mengedipkan mata, menunjukkan wajah lega melihat Chanakya berdiri dihadapannya. Chanakya bersuara, “Dewi Dharma, kauuu? Masih hiduuup?”. Dharma menatap keterkejutan yang amat sangat di wajah Chanakya.

Dharma melangkah naik dari pinggir sungai ke hadapan Chanakya yang bengong, “Bagaimana Ashoka, apakah dia aman?”. Chanakya masih bengong. Terdengar suara dari samping Dharma, “Ma’afkan aku Acharya”, seorang gadis manis berambut panjang memberikan sikap salam pada Chanakya.

Si gadis menjelaskan, “Aku tidak tau kalau orang-orang ini adalah orang-orangmu. Aku kira mereka adalah para pembunuh malam itu yang berusaha membunuh Dewi Dharma”. Chanakya menyelidik dengan suara tegas, “Siapa kau!”.

Ashoka episode #44 09

Dharma yang menjawab, “Dia adiknya Nirjara”. Chanakya dan Radhagupt semakin bengong melihat hal tak terduga yang mereka lihat. Dharma menjelaskan, “Sampai hari ini aku masih hidup, itu berkat pertolongan dua kakak beradik ini”. Chanakya tercenung, “Berarti usaha untuk membunuhmu,,”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :