Karan datang dari arah kuil. Ia menghampiri Shakuntala, dan menyodorkan kue di tangannya “lihat ini, aku dapatkan kue pangalasan untukmu, kau sangat suka kue inikan”. Dua temannya yang lain tersenyum, Shakuntala ikut tersenyum sumbang. “Tunggu apa lagi, makanlah sebelum Panditji datang”, Karan mengingatkan.

Shakuntala episoe 40 #39 15

Shakuntala bicara, “biasanya aku memakan semuanya”. Karan bilang kalau dia hanya punya dua. Shakuntala meminta keduanya. Karan memberikannya. Dan membagi temannya yang lain. Mereka memakan kuenya. Shakuntala melamun lagi, Karan mengingatkannya untuk memakan kuenya. Shakuntala tak enak hati, “iya, aku akan memakannya”.

Shakuntala episoe 40 #39 16

Di pondok, Veer meminta Gauri untuk segera memakan makanan yang sudah disiapkannya, karena kalau tidak akan dingin. Gauri yang asyik tertawa, berhenti sejenak, “kenapa kau melakukan semua ini, padahal sedang sakit”. Veer tetap dengan alasannya, “menjaga tuan putri adalah tanggung jawabku. Tuan Putri adalah putri kerajaan dan aku panglimanya”.

Gauri mendebatnya, “benarkah, kalau aku seorang putri, mengapa aku tidak bisa bebas melakukan apa yang aku suka, haruskah aku selalu di urus oleh orang lain sepertimu”. Gauri menyingkirkan makanan yang disodorkan Veer dari depan wajahnya. “Dan jika aku ingin merawat orang lain, apa untuk itu, aku tidak boleh”. Veer tetap duduk dengan posisi siap melayani tuan putrinya.

Shakuntala episoe 40 #39 17

Gauri dengan mimik sedih berkata lagi, “Sepertinya, aku mulai membenci kata putri itu. Aku seperti dicap dengan kata-kata itu. Kenapa aku tidak boleh hidup seperti gadis biasa”. Veer bangkit dari duduknya, menuju balai-balai kecil di situ, menaroh wadah makanan yang dipegangnya, memindahkan gentong kecil yang ada disitu ke bawah. Kemudian mempersilahkan Gauri, “Tuan putri makan saja dulu, nanti aku jelaskan”.

Gauri bangun dari duduknya, hampir terjatuh, tapi berhasil juga duduk dibalai kecil itu, Veer kembali menyerahkan makanan tadi dengan sikap hormat. Sekarang posisinya bersimpuh dibawah, karena Gauri duduk di balai kecil tersebut.

Shakuntala episoe 40 #39 06

Gauri menerima makanan yang diserahkan Veer, “baiklah, tapi kau makan juga”. Veer menjawab, “Tuan putri makan duluan, baru aku akan makan”. Gauri tak jadi menyuap makanannya, Tidak”. Ia menarohnya di meja dan melangkah ke tungku, “kita harus makan bersama, aku juga mengumpulkan semua ini dengan susah payah”. Gauri menyiapkan satu porsi makanan ke wadah tanah liat yang ada disitu.

Gauri membawanya kehadapan Veer yang berdiri dengan sikap rikuh, “jadi, kau juga harus makan”. Veer mengambil mangkok makanan yang untuk Gauri tadi, dan menyerahkan kembali ke Gauri, ia sendiri menerima mangkok makanan yang diserahkan Gauri. Gauri menatapnya penuh arti, Veer menundukkan wajahnya makin dalam.

Shakuntala episoe 40 #39 18

Gauri langsung duduk dan bersiap menyendok makanannya. Veer langsung berkata, “Tuang putri jangan duduk dibawah”. Dengan cuek Gauri menjawab, “jangan ribut, aku sangat lapar”. Veer akhirnya duduk di sebelah Gauri. Gauri memperhatikan Veer dalam senyumnya. Veer memakan makanannya dengan sikap rikuh.

Dushyant masih memacu lari kudanya.
Shakuntala yang menunggu, akhirnya memutuskan pada teman-temannya yang berdiri dengan setia menunggu dan melihatnya gelisah dalam penantian, “ayo kita kembali ke ashram”.

Shakuntala episoe 40 #39 19

Karan yang tak tahan melihat air mata sedih di wajah Shakuntala mencoba menahannya, “tapi bukankah kau ingin mempersembahkan daun apel dan membuat permohonan”. Shakuntala menjawabnya dengan menahan tangis, “aku tidak ingin membuat permohonan”, kemudian berjalan meninggalkan temannya. Pryamvada melirik Karan yang terlihat juga sedih. Mereka menyusul langkah Shakuntala.

Dushyant masih terus berusaha mengalahkan angin dengan lari kudanya.

Shakuntala episoe 40 #39 20

Karan menceritakan proses dia mengambil kue bulat yang mereka makan tadi. Teman-temannya tertawa mendengarnya, Shakuntala diam aja. Karan mengusulkan, “Perjalanan ke ashram sangatlah jauh, sepertinya kita hiburan untuk dijalan”. Shakuntala bertanya seperti apa. Karan menjelaskan, “misalnya kita melakukan sesuatu untuk menikmati perjalanan kita, ayo, kita main tebak-tebakan secara bergantian”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :